Sun. Mar 3rd, 2024

Upaya mitigasi bencana melalui mitigasi ekosistim dalam rangka pengurangan resiko bencana menggiatkan LSM Andarinyo Go Earth (AGE) sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak secara Nasional dan Internasional di bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana berupaya menjalin kerjasama dengan Pemerintah dan stakeholder terkait lainnya seperti dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) denga program bersam IDRIP.  Dukungan Andarinyo diberikan dalam rangka pengembangan mitigasi bencana berbasis ekosistem (mitigasi vegetatif dan mitigasi pantai). Hal ini menjadi salah satu isu strategi yang perlu disikapi untuk peningkatan tata kelola risiko bencana dan kesiapsiagaan terhadap bencana, serta sejalan dengan kebijakan strategis BNPB yang diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan upaya nyata kebencanaan dalam masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, peningkatan kesadaran pelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana, dan membangun aksesibilitas masyarakat terhadap informasi peringatan dini.

LSM Andarinyo Go Earth (AGE) dalam upaya mitigasi bencana, telah mengambil peran, langkah dan kontribusi nyata melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang Pengurangan Resiko Bencana dalam skema pengembangan tanaman holtikultura, pengusahaan energi alternatif melalui Briket Arang  maupun pengembangan kehutanan termasuk mangrove, dan tumbuhan Sukun sebagai sumber ketahanan pangan yang dilaksanakan di lokasi terdampak bencana gempa bumi (2019) di sekitar Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tenggara serta Kabupaten Buru.

AGE lebih jauh diundang dalam rapat koordinasi bersama BNPB dengan Proyek Prakarsa Ketangguhan Bencana Indonesia – Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) pada tanggal 24 Mei 2021  di Jakarta sebagai kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia, upaya mitigasi bencana berbasis ekosistem menjadi salah satu strategi yang akan dilaksanakan sesuai Loan Agreement No 8980-ID, Proyek IDRIP untuk peningkatan tata kelola risiko bencana dan kesiapsiagaan terhadap bencana, serta sejalan dengan kebijakan strategis Kepala BNPB yang diarahkan pada peningkatan pengetahuan kebencanaan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, peningkatan kesadaran pelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana, dan membangun aksesibilitas masyarakat terhadap informasi peringatan dini. AGE yang hadir dalam rapat Koordinasi ini adalah CEO AGE Dr. Rohny maail, CP. AGE Makassar, Inggrid Schiper, SE dan CP. Jakarta, Lala Amiroedin.

Dalam dukungan inilah AGE kemudian menjadi leading dalam mengorganisir beberapa Universitas di Indonesia Timur  dalam rangka mendukung program IDRIP untuk Ketangguhan bencana di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.