Sun. Mar 3rd, 2024

Bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), positioning AGE saat ini menjadi kolaborator, agregator yang mengorkrestrasi penanganan kebencanaan baik dari Hulu hingga hilirnya sangatlah penting. Dengan kompleksitas penanganan kebencanaan yang akan dihadapi ke depan, membuat positioning AGE untuk bekerjasama dengan BNPB semakin diperkuat, terutama pada garis koordinasi dan korelasi pada bidang penanganan dan pengelolaan kebencanaan baik pada level Regulator maupun Eksekutor.

Terkait paya positioning ini maka dalam rangka memberikan edukasi dan pemahaman terhadap upaya pengurangan resiko bencana melalui mitigasi vegetatif dan kesiap-siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang terjadi di Kota Ambon dan sekitarnya maupun di Maluku, maka NGO Inernasional -ANDARINYO GO EARTH (AGE) melaksanakan ROAD SHOW Mitigasi Bencana berupa Sosialisasi Mitigasi Berbasis Vegetasi dengan BNPB. Kegiatan Road Show ini berlangsung pada tanggal 6-8 Mei 2021 di 3 Kabupaten/Kota yang terdampak Bencana Gempa Bumi Ambon 2019.  Dua  Kabupaten di antaranya adalah Kabupaten Maluku Tengah (Desa Liang dan Desa Kabau di Pulau Haruku), Kabupaten Seram Bagian Barat / SBB (Desa Hatusua dan Desa Kawa) serta Kota Ambon (Desa/Negeri Latuhalat).

Ikut hadir dalam rombongan Road Show ini adalah Direktur Mitigasi Bencana BNPB yakni Johny Sumbung, SKM, M.Kes, Staf Ahli Kepala BNPB; Een Irawan dan CEO AGE Dr. Rohny S. Maail sebagai Narasumber di bidangnya serta Tim Advance AGE dan sebagian Dosen Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian UNPATTI.

Adapun luaran atau output dari pelaksanaan kegiatan ROAD SHOW  Mitigasi Bencana berupa Sosialisasi Mitigasi Berbasis Vegetasiini adalah desa dan masyarakat Desa/Negeri yang diintervensi kegiatan sosialisasi mitigasi vegetatif ini memahami dengan baik dan dapat mengimplementasi kerangka mitigasi berbasis ekosistem di negeri masing-masing dengan pengembangan pembibitan berbagai jensi pohon yang dapat memitigasi bencana seperti Palaka, Pulai, Cemara Udang, Sukun, Bintanggur, Mangrove, Samama, Linggua dan lain sebagainya.

Vegetasi ini dapat ditanam pada daerah-daerah tepi pantai yang rawan bencana  dengan ancaman tsunami tinggi, atau pada lereng-lereang bukit yang terancam longsor khususnya untuk menahan dan mengurangi tinggi dan kecepatan tsunami serta kecepatan erosi dan degradasi tanah dan pada akhirnya dapat menekan dampak buruk terhadap kehidupan dan keselamatan masyarakat, ternasuk penghidupan serta harta bendanya. Kegiatan ini disambut dengan baik dan antusias oleh Pimpinan dan Anggota masyarakat yang hadir pada kegiatan Road Show di desa-desa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.